06 November 2014

Riau, Negeri Kaya Dengan Infrastruktur Jalan Yang Jelek Part 1

Ada ungkapan ekonomi, Laju jalan bertambah sejalan laju ekonomi. Tapi ungkapan itu seakan tidak berlaku di provinsi kaya minyak, Riau. Perekonomian tumbuh, tapi sarana jalan tidak bertumbuh. Malah jalan yang ada seakan dibiarkan rusak.

Dendang keluhan buruknya sarana jalan di Riau sudah lama berbunyi. Keluhan itu sudah ada sejak lama. Malah sejak 2010 seiring dimulainya pemusatan anggaran APBD Riau untuk pembangunan venue pelaksanaan PON di Riau tahun 2012, pembangunan dan perbaikan jalan di luar venue PON 2012 menjadi terabaikan.

Sebagai contoh, seperti yang dialami warga di Desa Bangun Purba Barat, Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Rokan Hulu. Hampir 10 tahun, jalan provinsi yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat setempat dalam mendistribusikan hasil pertanian dan perkebunan, belum tersentuh pembangunannya oleh Pemerintah Provinsi Riau.

Salah seorang warga di Desa Bangun Purba, Awaludin Siregar menyebutkan, kondisi jalan sudah tidak layak, sehingga para petani di desa itu kesulitan membawa hasil pertaniannya ke kota. “Kami minta Dinas PU Riau turun melihat kondisi jalan provinsi yang rusak ini. Bagaimana petani bisa sejahtera kalau infrastruktur jalannya buruk,” ujar Awaluddin Siregar.

Itu merupakan keluhan warga yang berdiam nun jauh dari ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru. Nasib yang sama juga dialami warga yang tinggal di Pekanbaru sendiri. Jalan bagus yang ditemui hanya ada di jalan protokol, jalan Sudirman, Diponegoro dan Gajah Mada. Cobalah tengok jalan di Hang Tuah (Kulim), jalan HR. Soebrantas, Arengka I dan II, jalan Riau, jalan Air Hitam, jalan Garuda Sakti, dan jalan lainnya. Banyak ditemui lobang ditengah jalan atau bergelombang seperti jalan Yos Sudarso Rumbai.

Hanya 16 Persen Yang Baik

Data dari Direktorat Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan pada 2010 dari 23.733 kilometer total panjang jalan di Riau, tercatat 34 persen dalam keadaan rusak sedang, ringan dan berat. Dari total panjang jalan itu sebesar 82 persen merupakan jalan kabupaten dan kota, sedangkan 13 persen jalan provinsi, dan sisanya jalan negara.

Sementara itu jalan yang telah diaspal beton sekitar 39 persen, dan sisanya berupa jalan kerikil serta jalan yang masih diwarnai lapisan tanah. Dilihat dari kondisi jalan tersebut hanya 30 persen dalam kondisi baik, 34 persen rusak sedang, ringan dan berat. Menurut laporan itu jalan provinsi paling memprihatinkan karena hanya 16 persen yang kondisinya baik.

Data ini seakan tidak berubah setiap tahun. Mengutip data Dinas Perhubungan (2013), dari 23.733 kilometer jalan di Provinsi Riau, sepanjang 8.069,22 km atau 34 persen atau 2.743 km di antaranya mengalami kerusakan ringan, sedang, dan berat dengan kondisi memprihatinkan.

Jika dirinci lagi dari 2.743 km jalan yang rusak, 47 persen atau 1.179 km adalah jalan provinsi. Sisanya, 12,6 persen atau 345 km jalan nasional dan sisanya 1.219 km adalah jalan kabupaten atau kota.

Pelaksana Tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dalam sambutan di acara penyerahaan Anugerah UMKM Awards ke 6 tahun 2014 oleh Bank Riau dan Kepulauan Riau (BRK) di Pekanbaru, Selasa (21/10 menyebutkan kerusakan jalan tersebut karena dilalui kendaraan bermuatan berat. “Kemudian volume kendaraan melebihi kapasitas jalan, serta juga akibat dimakan usia dan minimnya anggaran pemeliharaan,” ujar Andi Rahman. (dr/zamrudtv.com)